Insomnia
Saat setiap pasang mata dari kita meredup, kami masih saja tersenyum...
Mengakrabkan kedatangan dengan kepergian, lalu mendamaikan perselisihan antara malam dan pagi.
Bagi kami malam adalah pagi yg penuh semangat, dan pagi adalah kelelahan malam, yg di karenakan itulah kami sering tertidur, beristirahat.
Kami bukan sekelompok pemalas, bukan pula si pekerja keras
Kami hanyalah sebahagian jiwa-jiwa penjaga
Yang menjaga sang malam, sampai perbincangannya dengan bulan dipisahkan kehangatan mentari
Setelah matahari lelah berdiri, kami segera menggantikannya
Di sinilah letak kemerdekaan senja, penuh warna
Saat yg tepat untuk menggambarkan perasaanmu
Lalu kau bebas mewarnainya...
Entah gelap, atau terang..
Pun redup, atau cerah
Semua jalan engkaulah yang menentukan...
Tak perlu mendengar bisikan angin,
Tak perlu melihat senyuman langit,
Hanya bermodalkan keteguhan, sungguh...
Meski berliku jalanmu bukanlah jalan buntu
Setidaknya masih ada ruang untuk berganti pakaian yg lebih bersih
*kegalauan seorang Insomnia*
:D :D :D
waaaah kakak ni budak puisi dek :D huahahah
BalasHapusbagus kak :2thumbup
Hehehe,
BalasHapusCuma sekedar coretan dek...
:D