Aku lelah...
Lelah dgn jalan ini
Lelah dgn keada'an ini
Aku tertawa bukan berarti selalu bahagia
Aku tersenyum sering kali tertegun
Mereka,
Ya mereka yg selama ini merasa mengerti ternyata Nol...
Tak satupun, bahkan diriku
Bulan, bintang, dan hujan. Bertiga yg menenangkan.
Mereka bisu karna mereka tak perlu bicara, buatku mereka hidup meski
tanpa nyawa.
Aku mau seperti itu ayah...
Bersahaja bak dirimu.
Jangan hina aku kekasih,
Karna aku masih tidak dapat membedakan cinta dan sayang.
Karna aku ini budak, aku ini hamba, tapi bukan dirimu untukmu.
Aku terasing di tengah keakraban kita.
Lalu jiwaku kau rantai, hingga ragaku mati kehausan.
Yah, haus akan kasih yg dulu aku dapati ketika bayi.
Neraka menungguku, lalu abadi lah kita bersama bara.
Dan bagaimana dgn surga?
Mungkinkah kudapatkan pengampunan-Nya?
Sedang masa ku tlah hilang, habis untuk mendusta.
Tulisanku...
Bagaimana engkau dapat tercipta?
Ketika ku merabamu, seakan engkau memberontak!
Tak sejalan dgn otak.
Kau pukul aku dari ketidaksadaran,
kau lempar aku dari kemunafikan.
Tolong berkahi aku,
Lindungi iman ku,
Terangi hati ku,
Damaikan jiwa ku,
Wahai Tuhanku yg satu...
--
Dikirim dari perangkat seluler saya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari bercerita, mari berdiskusi...
Mungkin tentang ikan paus di laut, atau mungkin tentang bunga padi di sawah...